Pura Lingsar Pura Bersejarah Dengan Beragam Keunikan

Pura Lingsar Pura Bersejarah dengan Beragam Keunikan – Pura Lingsar merupakan pura paling unik yan hanya bisa ditemukan di pulau Lombok bagian Barat. Pura ini adalah pemersatu dua buah agama. Pasalnya, pura ini bukan hanya dimiliki oleh umat Hindu, melainkan juga milik Muslim Waktu Tiga atau disebut juga Waktu Telu. Walau dianggap aneh oleh kebanyakan orang, namun bagi masyarakat sekitar, Pura Lingsar mencerminkan kerukunan antar umat beragama. Sebagai simbol keharmonisan dan kebersamaan, masyarakat sekitar bersama- sama menjaga dan merawat Pura. Terdapat dua tempat utama di pura Lingsar yang keduanya diperuntukkan untuk acara berdoa, yaitu Pura Gaduh untuk Agama Hindu dan bangunan Kemalik untuk Muslim ajaran Waktu Telu.

Pura Lingsar Pura Bersejarah Dengan Beragam Keunikan

Pura Lingsar Pura Bersejarah Dengan Beragam Keunikan
Pura Lingsar Pura Bersejarah Dengan Beragam Keunikan

Pura Lingsar memiliki sejarah tersendiri mengenai pembangunannya yang erat dengan latar belakang etnis, kultur, dan keyakinan agama, sehingga perbedaan ini tidak menghalangi warga untuk hidup berdampingan dalam melaksanakan ritusnya masing- masing. Sejarah tentang pembangunan Pura Lingsar dapat dibaca di Sejarah Pembangunan Pura Lingsar.

Keunikan Kolam Pura Lingsar

Pura Lingsar
Pura Lingsar – Keunikan Kolam Pura Lingsar

Selain keunikannya yang merupakan tempat ibadah untuk dua agama yang berbeda seperti yang sudah dijelaskan di atas. Pura Lingsar juga memiliki keunikan lain. Salah satu keunikan tersebut adalah keberadaan kolam yang dibangun untuk menghormati Dewa Wisnu. Keberadaan kolam ini turut memanjakan wisatawan yang datang. Kolam yang memiliki luas 6.230 meter persegi ini juga sangat unik. Kolam ini memiliki keunikan yaitu dihuni oleh ikan- ikan yang konon katanya hanya akan keluar dan muncul di permukaan jika dilempari oleh telur ayam rebus. Tanpa telur ayam rebus, wisatawan tidak akan bisa menyaksikan ikan- ikan tersebut, walaupun telah berusaha memancingnya atau sudah diberikan pakan ikan pada umumnya.

Kolam ini diberi nama Telaga Ageng. Telaga Ageng memiliki 9 pancuran yang airnya akan memancar ke dalam kolam. Di dasar kolam, wisatawan akan melihat banyak uang- uang koin yang berserakan. Uang koin ini adalah uang yang dilemparkan oleh para wisatawan. Konon, barang siapa melempar uang koin ke kolam Telaga Ageng maka akan diberi kelancaran rejeki. Hal ini juga turut menambah daya tarik bagi kebanyakan wisatawan yang datang.

Keunikan Mata Air Suci

Pura Lingsar
Pura Lingsar – Keunikan Mata Air Suci

Di lokasi Telaga Agung di pura, terdapat suatu mata air yang dianggap suci oleh umat Hindu. Bagi wisatawan keberadaan mata air ini sangat menarik, karena adanya mata air ini dipercaya dapat memberikan jodoh dan peruntungan. Di dalam mata air tersebut terdapat ikan julit yang mirip dengan ikan belut yang sudah berumur ratusan tahun.

Keunikan Adat Perang Topat

Pura Lingsar
Pura Lingsar- Keunikan Adat Perang Topat

Selain keberadaan bangunan suci yang menjadi daya tarik wisata, Pura Lingsar juga menawarkan keunikan adat istiadat. Keunikan tersebut adalah upacara atau ritual keagamaan yang melibatkan dua buah agama Hindu dan Muslim Wektu Telu setiap setahun sekali. Ritual atau upacara adat tersebut sering disebut Perang Topat atau Perang Ketupat. Perang ini merupakan ritual yang dilakukan dengan melemparkan ketupat kepada sesama temannya yang dimaksudkan sebagai tanda syukur atas segala rejeki yang telah diberikan oleh Tuhan atau sebagai pemanggil hujan dan untuk mendatangkan panen yang melimpah. Ritual perang topat atau perang ketupat diadakan antara bulan Oktober sampai bulan Desember setiap tahun. Jika beruntung, wisatawan bisa menyaksikan ritual Perang yang seru dan mengasyikkan ini.

Informasi Wisata Pura Lingsar

  • Lokasi Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB
  • Tiket Rp 5.000,-
  • Waktu Buka 08.00 – 17.00

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *