Kota Tua Ampenan Kawasan Kuno Wisata Bersejarah di Lombok

Kota Tua Ampenan Kawasan Kuno Wisata Bersejarah di Lombok – Lombok Barat adalah sebuah kota yang penuh dengan pesona alam dan berbagai kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata alam, wisata pantai, dan wisata bersejarah semua ada di sini. Lombok Barat memiliki sebuah kota tua yang biasanya menyimpan sejarah masa lampau baik dari segi adat- istiadat, perjuangan, sampai pada bangunan- bangunan kuno yang hingga sekarang masih kokoh berdiri. Kota Tua Ampenan merupakan salah satu lokasi yang dikenal sebagai kota tua-nya Lombok Barat. Di tempat inilah tersirat berbagai cerita bersejarah sejak tahun 1800an.

Kota Tua Ampenan Kawasan Kuno Wisata Bersejarah di Lombok

Kota Tua Ampenan Kawasan Kuno Wisata Bersejarah di Lombok
Kota Tua Ampenan Kawasan Kuno Wisata Bersejarah di Lombok (Sumber Youtube)

Ampenan dalam bahasa suku Sasak memiliki arti amben alias tempat singgah. Sesuai dengan artinya inilah, Ampenan dikenal sebagai suatu kawasan yang dibangun oleh penjajah Belanda dan dikembangkan menjadi pelabuhan untuk menyaingi dominasi kerajaan- kerajaan Bali di Lombok. Karena sebagai pelabuhan tempat kapal menepi dari berbagai daerah, akibatnya Ampenan dihuni oleh berbagai macam etnis baik yang berasal dari dalam negeri ataupun luar negeri. Sebagai contohnya adalah warga Tionghoa, etnis Arab, Melayu, serta Bugis. Pada masa Belanda warga Tionghoa dijadikan sebagai pekerja dengan harga murah. Wisatawan akan bisa menemukan keragaman etnis ini di sekitar Jalan Utama Yos Sudarso. Di sepanjang jalan ini, wisatawan akan menemukan berbagai macam ruko kuno miliki warga Tionghoa. Ada juga toko- toko miliki komunitas Arab yang menjual barang- barang khas timur tengah, dan berbagai makanan khas dari daerah mereka.

Kawasan Ampenan juga menyuguhkan serpihan- serpihan sejarah tempo dulu yang bisa ditemukan di daerah Simpang Lima yang menghubungkan beberapa ruas sekaligus yaitu di Jalan Saleng Sungkar, Yos Sudarso, Pabean, Niaga, dan Koperasi. Bangunan dengan arsitektur kuno akan menghiasi perjalanan Anda. Selain itu, deretan pohon palem dan lampu- lampu jalan seolah melemparkan wisatawan ke masa lampau.

Fasilitas Obyek Wisata Wihara Budhi Dharma

Kawasan Ampean memiliki wisata yang sarat dengan keagamaan budha berupa sebuah tempat suci yaitu Wihara Bodhi Dharma. Wihara ini sudah berdiri sejak tahun 1804. Inilah bukti adanya pembauran suku di Ampenan sejak zaman dahulu kala. Wihara ini tepat berada di hadapan kampung Melayu yang didominasi oleh para penganut Islam. Sementara, di kawasan pesisir didiami oleh komunitas Bugis yang berprofesi sebagai nelayan dengan sebagian memiliki keyakinan yang berbeda dengan warga Melayu.

Pesona kota ini tidak hanya sebagai kota tua dengan arsitektur bangunan yang masih kuno, tetapi juga memiliki kawasan wisata pantai yang indah. Pantai ini akan menyuguhkan pemandangan alam yang indah seperti pantai- pantai lain yang terdapat di Pulau Lombok pada umumnya. Pasir putih, biota laut, dan pemandangan sunset yang menakjubkan akan menemani wisatawan saat berkunjung. Di saat mendekati momen sunset inilah para wisatawan mulai berhamburan datang ke pesisir pantai, sembari menikmati lezatnya jagung bakar dan panorama laut yang indah. Pemandangan ini akan semakin indah, kala malam sudah datang dan semakin gelap dengan cahaya bulan yang sangat terang sebagai teman.

Selain itu, di kawasan pantai, wisatawan juga bisa melihat puing- puing dermaga yang dibangun pada masa Belanda yakni sekitar tahun 1948 – 1950. Sekarang, lokasi tersebut digunakan warga untuk lokasi memancing.

Pelabuhan Ampenan

Pelabuhan Ampenan adalah salah satu pelabuhan yang memenuhhi syarat bongkar muat pada era 70an. Pada masa itu, di bulan Januari – Oktober tercatat ada 459 kapal yang singgah dengan membawa 527 perahu. Namun, dengan munculnya bandara dan pelabuhan lain yang lebih modern, masa kejayaan pelabuhan ini pun sudah berakhir dan seluruh aktivitas pelabuhan dipindah ke Lembar.

Sepanjang ruas jalan Pabean mengarah ke pelabuhan adalah sisi kota tua yang penuh sejarah. Deretan banguna tua termasuk restoran, toko roti, salon kecantikan dan rumah tinggal warga Tionghoa menandakan bahwa pada masa itu kawasan ini sangat ramai. Hunian warga Tionghoa ini bercirikan ruang tamu sempit, dengan altar kecil yang dipenuhi potret anggota keluarga yang telah tiada, guci berisi abu jenasah, lilin merah, kembang dalam vas ditambah hio atau dupa. Bisnis yang dijalankan warga Tionghoa di pelabuhan Ampenan hingga kini masih terlihat. Termasuk kegiatan jual beli ikan-ikan segar dan hasil olahan. Sedangkan warga Melayu Bangsal berjualan ikan bakar, masakan rumahan khas Lombok, aneka minuman ringan dan mie instan di sepanjang pesisir yang mengarah ke belakang depo Pertamina.

Karena Ampenan berada di kota Mataram, Anda akan sangat mudah mencapainya. Banyak kendaraan umum dan ojek yang bisa mengantarkan Anda berkeliling melihat puing-puing pelabuhan dan bangunan Belanda tempo dulu. Jika sudah mengunjungi Ampenan, jangan lupa untuk singgah ke objek wisata lain di kota Mataram seperti Musem

Informasi Wisata Kota Tua Ampenan Kawasan Kuno Wisata Bersejarah di Lombok


Lokasi Kecamatan Ampenan, Lombok Barat
Tiket –
Waktu Buka 07.00 – 21.00

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *