Puncak Dewi Rengganis Gunung Argopuro

Puncak Rengganis Puncak Dewi Rengganis Gunung Argopuro

Informasi Wisata
Lokasi Gunung Argopuro, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Tiket Free/Gratis
Waktu Buka 24 jam
Fasilitas/ Obyek Wisata Pemandangan puncak dewi rengganis yang indah

Puncak Dewi Rengganis Gunung Argopuro merupakan salah satu wisata alam yang memiliki sejuta pesona yang belum terungkap. Beberapa puncak disini mempunyai struktur geologi tua dan sebagian yang lainnya lebih muda. Puncak Argopuro atau Rengganis berada pada ketinggian 3.088 m dari permukaan laut. Untuk mendaki hingga sampai ke puncak ada beberapa jalur yang bisa kita lalui, antara lain lewat Desa Baderan, Kecamatan Sumber Malang, Kabupaten Situbondo atau lewat Desa Bremi, Kabupaten Probolinggo. Tetapi dianjurkan lewat Desa Baderan, karena lebih cepat aksesnya untuk sampai ke Puncak Rengganis. Untuk dapat mencapai puncak Rengganis yang memiliki pesona eksotik dan nilai historis ini, setelah kita berjalan kurang lebih 4 jam rnelalui perkebunan Damar dan hutan tropis serta menelusuri jalan setapak, maka kita menemui lapangan terbang bernama ‘Si Kasur’. Lapangan terbang ini, konon peninggalan Koloneal Belanda. Di lokasi ini biasanya kita dapat mendirikan tenda dan bermalam di sekitar lapangan. Setelah kita bermalam di tempat ini, pagi harinva, kita dapat meneruskan pendakian dengan menempuh perjalanan sekitar 6 jam dan sampailah di Puncak Argopuro atau Puncak Dewi Renganis.

Puncak Dewi Renganis ini, konon merupakan bekas kawah belerang dan menggandung nilai sejarah yang masih belum terungkap. Pada hari-hari biasa memang jarang Gunung Argopuro ini didaki orang, namun pada waktu-waktu tertentu seperti, saat liburan sekolah atau musim kemarau puncak Rengganis ramai dikunjungi pendaki yang datang dari berbagai daerah. Gunung Argopuro sesungguhnya gunung yang menarik, karena selain pemandangannya yang indah, gunung ini juga dikenal memiliki banyak peninggalan bersejarah dari jaman kerajaan sampai masa pendudukan Jepang. Hutan di kawasan Gunung Argopuro merupakan hutan yang masih asli dan kita masih bisa menyaksikan atau menyumpai binatang-binatang liar saat pendakian. Adapun binatang yang kita jumpai di daerah ini, seperti kijang, monyet, babi hutan, burung merak, ular, dan lainnya. Keelokan panorama Puncak Rengganis ini, jika dibandingkan puncak-puncak gunung lain yang ada di Wilayah Jawa Timur tidak kalah menariknya. Karena, selain puncak Dewi Rengganis ini mengandung nilai historis, pemandangan alamnya masih ‘perawan’ atau asri. Tak hanya itu saja yang ada di Puncak Dewi Rengganis, tapi kita juga akan menjumpai keunikan-keunikan alam yang tersimpan di sana, seperti bunga-bungaan yang warna-warni, air yang rasanya asam, manis dan asin serta keunikan yang tidak masuk akal dalam alam pikiran kita. Bagi para pelancong biasa mungkin merasa kesulitan untuk sampai ke Puncak Dewi Rengganis, namun bagi para pelancong yang cinta alam, tidak sulit untuk dapat menuju puncak Dewi Rengganis. Adapun sejuta pesona dan keistimewaan yang tersimpan atau terpedam di Puncak Dewi Rengganis ini, masih belum banyak diketahui orang. Namun, menurut keterangan warga setempat puncak Dewi Rengganis merupakan puncak yang sering memancararkan cahaya atau warna kebiru-biruan setiap hari-hari tertentu.

Sejarah singkat Puncak Dewi Rengganis

Diceritakan bahwa Dewi Rengganis adalah salah seorang Putri dari Prabu Brawijaya yang lahir dari salah satu selirnya. Karena tidak diakui keberadaannya, pada saat dewasa ia didampingi seorang Patih dan pengikut-pengikutnya yang setia melarikan diri dan mendirikan kerajaan keraton di puncak gunung ini. Diperkirakan puing-puing yang terdapat di Rengganis suatu peninggalan tertinggi yang ditenui di Pulau Jawa adalah bekas Kuil Hindu abad ke 12 Masehi. Situs Rengganis memperlihatkan aspek rancang bangun jaman prasejarah dan jaman klasik akhir di pulau Jawa. Salah satu hal yang paling menonjol dari peninggalan kepurbakalaan di Rengganis, adanya tembok pagar luar yang mengelilingi bangunan serta struktur bangunan lebih memperlihatkan struktur Pura daripada Candi.

Satu hal yang tidak dijumpai pada peninggalan kepurbakalaan masa Majapahit akhir yang berada di gunung-gunung lain seperti Gunung Penanggungan, dan Gunung Arjuna. Benarkah struktur bangunan yang disebut PURA sesuai dengan Pura dalam arti dan fungsi yang sesungguhnya pada saat ini? Ataukah Pura itu adalah sebuah Candi dengan model lain. Benarkah Komplek kuno yang ada dalam pesantren dimana para Resi. Tempat peribadatan disini belum bisa memastikan bentuk tradisi dari aliran dan sekte apa para Rahib itu semua. Terlepas apakah itu keraton atau karesian dapatkah dibayangkan bagaimana kehidupan dan aktifitas yang dilakukan sehari-hari di Puncak Gunung yang indah, dingin, dan terpencil itu pada jaman alam masih liar yang waktu itu masih buas.

Legenda tinggalah cerita turun temurun dari mulut ke mulut yang semakin bias dan sulit dibuktikan secara ilmiah. Hipotesa dari penyelidikan terdahulu belum seluruhnya terbukti. Sebagian besar data masih berupa misteri dan beberapa benda-benda bernilai sejarah itu telah hilang dan dihancurkan. Menurut penduduk sekitar sekitar tahun 80-an Situs Purbakala di Gunung Argopuro masih nampak terawat dan masih belum banyak benda yang hilang, selepas itu kini situs Purbakala itu semakin rusak, kotor dan bangunan dengan teras-teras berdinding batu itu tinggalah batu-batu berserakan yang dihiasi bungkus mie instan. Sejumlah Arca dari Gunung ini telah terpencar oleh ulah orang-orang yang tak bertanggungjawab sebagian ada yang ditemukan di Gunung Semeru dan tempat lainnya. Justru para peziarah lokal yang memberi sesajen persembahan dan membersihkan lingkungan ini, secara tidak langsung telah menjaga dan merawat keberadaan benda-benda yang bernilai sejarah.

 

Incoming search terms:

  • letak gunung argopuro
  • wisata alam jawatimur
  • sejarah dewi rengganis
  • puncak rengganis gunung argopuro
  • dewi rengganis
  • cerita gunung argopuro
  • misteri gunung argopuro
  • kisah dewi rengganis argopuro
  • rengganis argopuro
  • wisata sumber malang rengganis
Share it now!