Masjid Menara Kampung Melayu – Masjid Peninggalan Ulama Arab

Masjid Layur Masjid Menara Kampung Melayu   Masjid Peninggalan Ulama Arab

Informasi Wisata
Lokasi Jln. Layur Nomor 33, Kampung Melayu, Semarang, Jawa Tengah.
Tiket Free
Waktu Buka Waktu sholat lima waktu
Fasilitas/ Obyek Wisata menara bekas mercusuar, kitab kitab kuno

Masjid Menara Kampung Melayu atau lebih populer dengan nama Masjid Layur salah satu bangunan peninggalan sejarah di semarang. Menara Masjid Kampung Melayu ini unik, Menaranya berbentuk seperti mercusuar. Konon, menara itu memang awalnya bangunan mercusuar. Digunakan untuk memantau lalu lintas kapal yang keluar masuk Kali Semarang. Pada akhir abad ke-18 Belanda membangun menara mercusuar baru, lokasinya lebih dekat dengan pelabuhan, diberi nama Mercusuar Wilhem III, praktis menara di Kampung Melayu tak difungsikan lagi. Karena tidak lagi digunakan, para saudagar Arab yang bermukim di Kampung Melayu kemudian membangun masjid di bawahnya, dan menggunakan mercusuar ini sebagai menara masjid. Beberapa sumber menyebutkan masjid ini dibangun tahun 1802, diprakarsai oleh ulama Arab bernama Hadramaut, kabarnya berasal dari Yaman.

Dari luar masjid ini sudah terlihat berbeda. Meski tidak ada kesan megah dan mewah, ini memang bukan masjid biasa. Nilai sejarahnya kuat, dan penampilan masjid ini tidak bisa dikatakan tidak menarik. Memang ukurannya tidak besar, dan bukan hanya menara mercusuarnya yang membuat masjid ini unik. Tembok tinggi di bagian depan masjid menguatkan aroma Timur Tengah di sini. Masuk ke dalam, arsitektur khas Jawa terlihat lebih menonjol. Atap masjid bersusun tiga. Sedangkan lantai masjid mengingatkan kita pada gaya rumah Gadang, ada tangga di bagian depan. Ornamen dan hiasan-hiasan di dalam masjid pun tampak indah.

Awalnya, Masjid Menara Kampung Melayu ini memiliki dua lantai, terbuat dari kayu. Tetapi, karena adanya pengurukan setinggi 200 centimeter, lantai satu masjid tak lagi berfungsi, dan lantai dua diperluas ke arah timur laut dan tenggara. Pondasi masjid terbuat dari batu bata, kedalamannya tiga meter dan lebar satu meter. Ada tangga melingkar, terbuat dari kayu, ditanam di dinding menara. Konon menara ini pernah disambar petir, sebagian menara terbakar, dan kini tinggal dua pertiga bagiannya saja yang masih utuh.

Jaman dulu masjid ini tidak punya tempat wudlu. Orang-orang yang hendak sholat di sini mengambil air wudlu di Kali Semarang, persis di sebelah timur masjid. Kala itu air kali masih jernih, tidak berbau. Makin lama Kali Semarang makin tercemar. Maka dibangunlah tempat wudlu pada tahun 1956. Secara keseluruhan, masjid ini masih asli. Tidak banyak berubah, kecuali lantainya yang diuruk. Misalpun ada perbaikan, biasanya hanya pergantian genting. Penambahan ruang pun hanya di sisi kanan masjid, yaitu ruang pengelola.

Incoming search terms:

  • bagian bagian masjid layur
  • masjid layur semarang
  • Menara indah
Share it now!